Home / Health / Obesitas Itu Penyakit atau Kelainan ?

Obesitas Itu Penyakit atau Kelainan ?

Obesitas
Obesitas

Obesitas merupakan masalah kesehatan yang serius karena terbukti mempunyai peran penting dalam timbulnya berbagai penyakit metabolik dan kardiovaskuler seperti Hipertensi, gangguan toleransi glukosa, Diabetes Melitus Tipe 2 seperti Dislipedemia.

Sampai saat ini Obesitas hanya dipandang sebagai salah satu kegagalan dalam perilaku atau kebiasaan individual. Persepsi ini harus diubah yaitu bahwa Obesitas adalah suatu penyakit yang komples, yang dipengaruhi oleh lebih dari sekedar perilaku individual, tapi menyangkut faktor lingkungan dan keturunan.

Oleh karena itu penanganan Obesitas memerlukan cara-cara khusus yang tidak jarang melibatkan berbagai bidang ilmu seperti bidang nutrisi, psikologi, endokrinologi, olah raga dan sebagainya.

Batasan Obesitas

Salah satu ukuran untuk menentukan Obesitas adalah dengan menghitung IMT (Indeks Massa Tubuh) yang merupakan hasil pembagian berat badan (Kg) terhadap tinggi badan (meter quadrat). Klasifikasi berat badan berdasarkan IMT untuk Asia Pasifik adalah sebagai berikut :

< 18,5            BB dibawah normal

18,5 – 22,9      BB Normal

23,0 – 24,9      BB Beresiko

25,0 – 29,9      Obesitas Tipe 1

30,0            Obesitas Tipe 2

Terjadinya Obesitas

Prinsip utama terjadinya Obesitas adalah apabila terjadi surplus (kelebihan) kalori dari hari ke hari yang kemudian oleh mekanisme tubuh akan disimpan sebagai lemak dan akan tampak sebagai peningkatan berat badan. Kelebihan kalori berarti kalori yang dikonsumsi melebihi kebutuhan. Tergantung besar dan lamanya kelebihan kalori, maka seseorang akan masuk dalam kategori IMT tertentu.

Sebagai contoh apabila dalam satu hari terdapat kelebihan sekitar 250 kalori (setara dengan 1 potong snack seperti pastel, kroket atau resoles), maka dalam satu tahun akan terkumpul 91.250 kalori atau peningkatan berat badan sebesar 11,7 kg.

Penanganan Obesitas

Energi yang masuk dalam tubuh berasal dari makanan yang dikonsumsi sehari-hari, sedangkan aktifitas sehari-hari terutama kegiatan olahraga akan meningkatkan penggunaan energi tersebut, dalam hal ini akan mengurangi penimbunan lemak tubuh.

Secara umum penanganan Obesitas difokuskan terutama pada kedua hal tersebut diatas, walaupun beberapa faktor lain perlu dipikirkan seperti faktor psikologis dan gangguan sistem metabolisme yang secara tidak langsung dapat mengakibatkan Obesitas.

Oleh karena itu, untuk keamanan dan keberhasilan program penanganan Obesitas pada tahap awal harus mencakup pemeriksaan klinis dan laboratorium. Pembatasan energi yang masuk dilakukan melalui pengaturan pola makan yang dievaluasi secara berkala, sementara peningkatan keluarnya energi melalui optimalisasi kegiatan/ aktifitas fisik termasuk melakukan kegiatan olah raga secara teratur.

Pengaturan pola makan terutama ditekankan pada perhitungan kebutuhan kalori yang berbeda untuk setiap individu, serta pemilihan jenis-jenis bahan makanan yang tergolong tinggi kalori serta rendah lemak. Sedangkan kegiatan olah raga yang menunjang penurunan berat badan sebaiknya dilakukan secara teratur minimal 3x seminggu dengan lama kegiatan 30-60 menit secara terus menerus.

About admin

Check Also

Make Healthy Food for your Kids

Ways to Make Healthy Food for your Kids Tasty and Not Boring

It is usually observed that children can’t wait for the meal time. They always require …

Leave a Reply

Your email address will not be published. Required fields are marked *